Pasar Tsukiji – Pasar Ikan Terbesar Di Jepang

tsukiji market

Pasar Tsukiji atau Tsukiji Market sebenarnya diperuntukkan untuk menjadi pasar buah, sayuran dan ikan tradisional terbesar di Tokyo. Di dalamnya, terdapat lebih dari 450 jenis barang. Namun, bagi masyarakat Tokyo dan Jepang, Tsukiji Market adalah surganya pecinta ikan. Pasar ini menampung kurang lebih 2.000 ton hasil laut dan 1.000 ton sayuran dan buah-buahan perhari dari seluruh pelosok daerah dan didistribusikan ke pasar-pasar dan restoran sekitar Tokyo setiap paginya.

Mengunjungi Pasar Tsukiji hampir selalu ada dalam daftar itinerary liburan di Tokyo. Mengapa? Karena Pasar Tsukiji ini adalah pasar ikan terbesar di Jepang, bahkan di dunia. Rencana penutupan Pasar Tsukiji mulai 2018, membuat kita hanya tinggal punya waktu sedikit lagi untuk bisa mengunjungi dan merasakan suasana “pelelangan ikan” yang terkenal di Tsukiji yang lama. Menutup lebih dari 400 tahun sejarah panjangnya dan pindah ke tempat yang baru.

Pasar Tsukiji akan ditutup penuh dan berpindah ke Pasar Toyosu mulai 06 Oktober 2018. Pasar Tsukiji akan tutup penuh tanggal 6 Oktober 2018, para pedagang kemudian akan berpindah pada 7-10 Oktober 2018, dan Pasar Toyosu akan mulai dibuka pada 11 Oktober 2018. Pasar Tsukiji baru di Toyosu ini bisa dicapai dengan jalan kaki 5 menit dari Stasiun Shijo-mae di jalur kereta Yurikamome dari Shimbashi-Odaiba, atau dari Stasiun Toyosu di jalur kereta subway Yurakucho Line.

Informasi tentang Pasar Tsukiji yang baru

Di tempat yang baru terpisah sekitar 2 kilometer dari Pasar Tsukiji yang lama, telah disiapkan 3 gedung besar yang terhubung satu sama lain dan Shijo-Mae Station (jalur Yurikamome Monorail). Satu gedung adalah untuk buah dan sayur, sedangkan 2 lainnya adalah untuk ikan dan hasil laut. Satu yang membedakan dengan pasar tsukiji yang lama adalah sudah disiapkan jalur khusus untuk pengunjung yang ingin melihat suasana pelelangan, jadi tidak perlu masuk ke dalam area pelelangan dan mengganggu penjualan hasil laut. Di area lama, untuk mengantisipasi gangguan ini, maka pengunjung yang ingin melihat pelelangan ikan dibatasi dalam 2 shift dengan masing-masing shift 50-60 orang.

Kegiatan di Pasar Tsukiji

Kegiatan pelelangan sayur, buah-buahan dan hasil laut berlangsung pada pagi-pagi buta. Barang-barang kebutuhan pokok akan mulai berdatangan dari pukul 17.00 hingga pada 03.00 dini hari. Pelelangan akan berlangsung selama dua jam sampai pukul 05.00 pagi, dan barang-barang akan mulai didistribusikan dengan truk-truk ke daerah-daerah sekitar Tokyo mulai dari pukul 05.00 hingga 08.00 pagi. Di atas 08.00, restoran-restoran dan rumah makan di sekitar Pasar Tsukiji akan mulai buka dan menyediakan makan pagi untuk para pekerja di Pasar Tsukiji juga para wisatawan yang datang pagi hari hingga kira-kira jam makan siang. Barulah setelah makan siang, Pasar Tsukiji ditutup untuk dibersihkan dan mempersiapkan untuk besok harinya.

Di pasar ini kita bisa melihat berbagai macam hasil laut yang segar-segar. Tidak hanya itu, kita juga bisa mencicipinya langsung di Tsukiji Market karena ada banyak restoran yang menyediakan menu makanan ikan dan seafood segar.

Yang paling terkenal dari Tsukiji Market di Tokyo adalah pelelangan ikan. Kita bisa melihat para pembeli ikan tuna 200 kilogram yang berteriak-teriak dengan ucapan isyarat tertentu untuk dapat memenangkan lelang. Keriuhan dan teriakan inilah yang sering memukau para turis hingga rela bangun pagi sekitar jam setengah lima untuk melihat pelelangan di pasar ikan pertama di dunia ini. Untuk kamu yang merencanakan perjalanan ke Jepang dan ingin mengunjungi Tsukuji Market ini, perlu berhati-hati karena tempat ini sangat ramai oleh para pembeli ikan dan juga truk-truk pengangkut hasil laut. Catatan: Mulai tanggal 30 September, bagian dalam Tsukiji Market (area pelelangan ikan) sudah ditutup untuk umum.

Setelah puas berkeliling dan melihat “sibuknya” Pasar Tsukiji, teman-teman bisa lanjut berjalan kaki menyeberangi Sungai Sumida ke Tsukishima. Di Tsukishima, kita bisa menikmati beragam makanan khas Jepang seperti okonomiyaki dan monjayaki. Wah, kenyang banget deh!

Akses Menuju Tsukiji Market Tokyo

Dari Shinjuku Station naik subway Toei Oedo Line sampai ke Tsukiji Shijou Station. Waktunya sekitar 20 menit dengan ongkos 270 Yen. Dari Tsukiji Shijou Station berjalan kaki sekitar 10 menit.

Dari Tokyo Station naik kereta JR Musashino Line ke Hachobori lalu pindah ke Subway Hibiya Line, dan ambil kereta Tokyo Metro Hibiya Line ke Tsukiji Station. Ongkosnya 300 Yen dengan durasi 10 menit.

Informasi Penting Waktu Berkunjung ke Tsukiji Market

  • Tsukiji market tutup pada hari Rabu (satu atau dua kali dalam sebulan), Minggu, Hari besar nasional dan tahun baru. Karena aktivitas pasar yang super sibuk, ajak kenalan yang mengerti bahasa Jepang supaya bisa menuntun di Tsukiji Market Tokyo ini. Jangan lupa baca papan aturan yang terletak di banyak area di Tsukiji Market ataupun selebaran yang dibagikan dengan gratis di dekat area Tsukiji Market. Beberapa peraturan antara lain kita tidak boleh membawa makanan atau minuman ke dalam area pasar (terkait dengan kebersihan ikan dan hewan laut). Selain itu, kita juga tidak boleh memotret atau berfoto di dalam pasar.
  • Kita bisa melihat langsung pelelangan tuna segar yang dilangsungkan hampir tiap hari. Untuk itu diperlukan reservasi terlebih dahulu. Kegiatan pelelangan terbuka untuk umum hanya 2 putaran pada 05.25 dan 05.50 masing-masing untuk 60 orang sehingga totalnya 120 orang saja. Siapa yang mengantri lebih dulu akan bisa mendapatkan tiket reservasi, oleh karena itu banyak orang yang mengantri sejak dini hari (dari jam 03.00 bahkan 02.15!). Kalau teman-teman berniat untuk melihat acara pelelangan ikan, hanya ada 2 pilihan, pilih hotel yang dekat Ginza atau Tsukiji atau membayar sedikit mahal untuk ongkos taksi ke pasar Tsukiji. Karena jam 03.00 pagi, kereta maupun bus belum beroperasi.
    Gabung dalam Tour Tsukiji Market
    dan Sushi Workshop
  • Yang ingin mengunjungi pasar ikan dan menyantap sarapan seafood segar di Tsukiji Market, bisa datang setelah jam 9 pagi. Kita tentu akan sulit memilih menu nama-nama ikan yang tersaji dalam bahasa Jepang (ada beberapa dalam bahasa Inggris). Untuk itu, tips dari Tim Info Jepang ngomong saja kepada petugasnya “omakase“, atau menunya terserah pembuat. Dengan menu “omakase” kita akan mendapatkan semua jenis ikan segar dalam ukuran kecil-kecil, sehingga sangat menguntungkan tanpa perlu ribet menanyakan ini dan itu.
  • Jangan berjalan secara bergerombol karena bisa mengganggu laju kendaraan pengangkut ikan yang ada disana. Lebih baik datang bersama dengan kenalan atau kerabat saja.