Keunikan yang Dimiliki Oleh Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat

desa sade

Desa Sade adalah sebuah perkampungan kecil yang berlokasi di kabupaten Lombok Tengah bagian selatan yang dijadikan salah satu destinasi wisata. Penduduk yang tinggal di Desa Sade masih menjaga keutuhan budaya yang diturunkan dari leluhurnya sejak 600 tahun lalu. Kekentalan kebudayaan ini dapat anda lihat dari arsitektur bangungn, adat istiadat, tarian dan permainan musik, gaya berpakaian, dan cara penggunaan peralatan secara keseharian.

Menurut sejarahnya, desa ini sudah ada sejak 600 tahun yang lalu dan seluruha masyarakat menganut ajaran Watte Telu. Namun saat ini ajaran tersebut sudah ditinggalkan dan seluruh masyarakatnya memeluk islam. Sejak tahun 1975 desa traditisional ini sudah dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Sehingga pada tahun 1989, Desa Sade resmi ditetapkan sebagai desa wisata.

Anda dapat mengakses desa ini dengan mudah. Jaraknya hanya sekitar 8 km dari Bandara International Lombok dan anda hanya membutuhkan waktu kita-kira 20 menit perjalanan. Biasanya para wisatawan yang mengunjungi Desa Sade, juga akan melanjutkan perjalanan ke Pantai Seger dan Tanjung Aan karena rutenya yang searah.

Penduduk dan Kearifan Lokal

Desa seluas 5,5 Hektar ini, memiliki rumah tradisional sejumlah 150 dan setiap rumah terdiri dari satu kepala keluarga, dengan jumlah penduduk sekitar 700 orang. Semuanya masih merupakan satu keturunan, karena masyarakatnya melakukan perkawinan antar saudara dan bagi mereka pernikahan seperti ini mudah dan cukup murah, dibandingkan menikah dengan perempuan dari desa lain dan harus mengeluarkan beberapa ekor kerbau.

Bangunan

Setiap Bangunan di desa ini seperti masjid, rumah, lumbung padi dan tempat pertemuan umum memiliki ciri khas arsitektur Suku Sasak dimana dindingnya menggunakan pagar anyaman dari bambu dan tiang terbuat dari kayu, dengan atap yang terbuat dari alang-alang kering.

Keistimewaan dari bangunan yang di desain seperti ini adalah akan menyejukkan di saat cuaca terik dan terasa hangat ketika malam hari. Salah satu keunikan dari rumah yang ada adalah cara perawatannya.

Lantainya terbuat dari tanah liat yang di campur dengan sedikit sekam padi dan setiap sekali dalam seminggu atau pada waktu-waktu tertentu seperti sebelum di mualainya upacara adat lantai rumah digosok dengan kotoran kerbau dicampur sedikit air, kemudian setelah kering disapu dan digosok dengan batu.

Penggunaan kotoran kerbau ini berfungsi untuk membersihkan lantai dari debu membuat lantai terasa halus dan lebih kuat. Masyarakat setempat percaya bahwa kotoran kerbau tersebut dapat mengusir serangga sekaligus menangkal serangan magis yang ditujukan pada penghuni rumah.

Karena desa ini berada di gundukan perbukitan tanah liat jarak antar bangunan sangat rapat, tersusun rapi keatas dan masing-masing bangunan dihubungkan dengan jalan setapak. Bagian dalam dari setiap rumah di Desa Sade terbagi menjadi tiga bagian. Bagian depan untuk tidur anak laki-laki dan orang tua.

Sementara bagian kedua lebih tinggi 1 meter yang berisi dapur, lumbung dan tempat tidur anak perempuan. Kemudian bagian terahir yaitu sebuah ruangan kecil yang digunakan untuk tempat melahirkan oleh sang ibu.

Bangunan rumah di desa ini juga terbagi menjadi 3 tipe menurut penggunaannya:

  • Bale Bonter yakni rumah yang dimiliki oleh pejabat desa.
  • Bale Kodong untuk warga yang baru menikah atau orangtua untuk menghabiskan masa tua.
  • Bale Tani yang digunakan sebagai tempat tinggal mereka yang berkeluarga dan memiliki keturunan.

Rata-rata kaum pria Desa Sade adalah petani yang mengandalkan perairan dari musim hujan, di tempat ini tidak ada sistem irigasi sehingga panen hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun.

Hasil panen yang berupa padi dan palawija tersebut disimpan di dalam bangunan kecil Lumbung Padi Suku Sasak yang di sebut Lumbung Pare dan hanya boleh diambil oleh sang ibu.

Atraksi Budaya Lombok

Anda juga dapat melihat atraksi budaya pada waktu tertentu di Desa Sade seperti permainan alat musik tradisional yang dikenal dengan Gendang Beleq, Tarian Cupak Gerantang dan juga Tarian Presean, kesemuanya itu dapat Anda liat dalam video diatas.

Belajar Menenun Kain

Kaum perempuan di desa ini melakukan pekerjaan menenun kain, ketrampilan menenun merupakan bagian dari tradisi yang terus diwariskan dan menurut aturan adat bahwa seorang anak gadis yang cukup umur tidak boleh menikah jika belum bisa menenun kain. Salah satu produk kain tenun yang menjadi ciri khas Lombok adalah kain songket.

Anda dapat langsung melihat proses dan belajar bagaimana membuat kain tenun di Desa Sade yang dimulai dari pemintalan kapas kering menjadi benang. Benang yang telah rapi kemudian akan diberikan perwarna yang berasal dari bahan-bahan alami. Pembuatan kain songket sepanjang 2 meter memerlukan waktu pengerjaan antara dua minggu hingga tiga bulan, tergantung pada tingkat kerumitan polanya dan jenisnya.

Pakaian

Biasanya pakaian adat daerah hanya digunakan dalam acara-acara tertentu di daerah lain, berbeda dengan penduduk Sade yang selalu mengenakanya setiap hari, walapun tidak semua dari mereka, tapi paling tidak Anda dapat merasakan suasan kehidupan zaman dahulu.

Penggunaan Alat

Hal lain yang paling menarik adalah penggunaan perlatan dalam keseharin mereka seperti peralatan pemintalan kapas menjadi benang, alat tenun, alat pertanian dan sebgainya masih menggunakan alat yang jauh dari kata modern.

Berintraksi Dengan Penduduk

Berkunjung ke desa ini tidak hanya untuk melihat bentuk bangunan atau menonton tariannya, untuk lebih merasakan pola kehidupan di masa lalu Anda dapat berintraksi dengan masyarakatnya yang ramah, bahkan mereka akan mempersilahkan Anda masuk ke dalam rumahnya dan melihat bagaimana mereka mengatur tata ruang yang memiliki nilai kearifan.