Kampung China | Destinasi Wisata Kebudayaan Tionghoa di Sulawesi Utara

kampung china manado

Indonesia memang sangat tepat jika dipanggil sebagai negara “bhineka tunggal ika” yang memiliki berbagai macam kebudayaan yang berasal dari perbedaan ras namun tetap saling bersatu. Di Sulawesi Utara, bukti perbedaan ras ini tampak pada adanya tempat wisata khas, yaitu kampung China dimana ditengah kebudayaan masyarakat lokal, terdapat kebudayaan masyarakat minoritas.

Tempat ini dapat anda jadikan pilihan wisata saat berkunjung ke provinsi Sulawesi Utara. Disana anda akan mengetahui kebudayaan masyarakat Tionghoa di Indonesia agar anda dapat mengetahui dan dapat menghargai perbedaan tersebut.

Sejarah Kampung China Manado

Kampung China di Manado layaknya pecinan atau kampung china di daerah lain, seperti Wisata Pecinan Jakarta atau Wisata Pecinan Surabaya. yaitu dimana mayoritas penghuninya adalah warga dari etnis Tionghoa. Sejarah berdirinya Kampung China Manado ini tidak lepas dari sejarah yang panjang. Masuknya perantau Tionghoa ke Manado sendiri sudah ada sejak tahun 1500-an. Dan adanya pemukiman etnis Tionghoa di Manado sendiri sudah ada pada sekitar tahun 1607.

Kampung Cina ini juga tidak lepas dari peristiwa kelam di Batavia pada 1740 yang lalu. Dimana pada masa itu ada pembantaian terhadap ribuan warga etnis Tionghoa oleh penjajah. Akibatnya, muncul peraturan yang mewajibkan etnis Tionghoa tinggal di satu daerah agar lebih mudah diawasi.

Saat ini, kampung ini masih menyimpan berbagai ciri khasnya. Dimana tempat ini kebanyakan diisi dengan bangunan bertingkat jenis rumah toko. Tempat ini juga masih menjadi tempat perdagangan. Ada banyak jenis barang yang diperdagangkan di sana. Tidak hanya memiliki satu ruas jalan saja, kawasan ini memiliki juga memiliki blok-blok jalan yang masih ada hingga saat ini.

Daya Tarik Kampung China Manado

Sebagai salah satu kawasan bersejarah, tentu saja daya tarik dari Wisata Kampung China Manado adalah wisata sejarahnya. Dimana pengunjung baik dari luar daerah maupun dalam daerah Manado bisa menikmati suasana Kampung Cina dengan segala sisa sejarahnya yang ada. Di sana juga ada banyak bangunan kuno, serta bangunan klenteng yang memiliki arsitektur khas Tionghoa yang menarik dengan bentuk atap, warna, dan ukuran yang khas.

Selain itu, sebagai salah satu pusat perniagaan yang masih ada hingga saat ini, pengunjung juga bisa menikmati kegiatan-kegiatan sehari-hari dari kawasan tersebut. Cocok untuk wisatawan yang ingin melihat wajah sebuah kota secara lebih langsung dan asli, serta melihat kebudayaan dan kebiasaan masyarakat di sana. Atau Anda juga bisa terlibat langsung melalui perniagaan dengan membeli beberapa barang yang mungkin Anda butuhkan.

Ketika perayaan Cap Go Meh atau Imlek datang, kawasan ini juga akan sangat ramai oleh pengunjung, baik pengunjung lokal maupun mancanegara. Tujuannya adalah untuk melihat kemeriahan yang ada di sana. Sehingga jika Anda ingin mendapatkan suasana yang lebih meriah dan berbeda, cobalah datang ketika ada perayaan tersebut jika berkenan.

Kampung Cina Manado juga terkenal akan aliran bela diri yang menjadi indentitasnya. Walau saat ini mungkin sudah hampir punah, namun identitas tersebut tidak akan pernah hilang dari kawasan tersebut. Dulu ada banyak perguruan bela diri yang lahir di Kampung Cina inim seperti Perguruan Naga Hijau, Garuda Putih, Naga Kuning, Sakura Yudo Kwan, dan sebagainya.

Bangunan Kampung China Manado

Selain memiliki bangunan kuno yang berada di kawasan Kampung Chinanya, di kawasan tersebut juga ada dua bangunan yang menarik dengan arsitektur khas Tionghoa, yaitu bangunan klenteng. Rasanya tidak ada bangunan dengan ciri khas Tionghoa jika bukan klenteng. Kedua klenteng tersebut adalah Klenteng Ban Hing Jiong dan Kwang Kong. Berikut penjelasannya.

Klenteng Ban Hing Jiong

Klenteng yang satu ini adalah klenteng tertua di Manado. Lokasinya ada di Jalan D.I. Panjaitan yang masih termasuk juga ke dalam kawasan Kampung China Manado. Klenteng yang satu ini dibangun pada 1819. Lalu di tahun 1893 dibangunlah rumah Kong Tek Su.

Dulu klenteng ini hanya dibuat dari bahan yang sederhana, seperti bambu dan papan kayu. Pada tahun 1935, klenteng ini mulai dikelola dengan baik dan lebih terorganisir, yaitu dari adanya organisasi perkumpulan Sam Khaw Hwee. Pendirian organisasi ini digagas oleh Que Boen Tjen dan Yo Sioe Sien.

Arti nama dari Klenteng Ban Hing Jiong sendiri adalah dari Ban yang berarti banyak, Hin atau Hing yang berarti berkat atau kebaikan yang melimpah, serta Kiong atau Jiong yang berarti istana.

Sejak dibangun, bangunan ini sudah melewati beberapa kali renovasi bangunan. Baik itu berupa penambahan lantai atau penambahan bangunan. Anda yang berkunjung ke Kampung China Manado bisa melihat bangunan tersebut.

Klenteng Kwang Kong

Klenteng yang satu ini juga masih termasuk ke dalam kawasan Wisata Kampung China Manado. Klenteng ini dibangun pada sekitar tahun 1967 oleh seorang etnis Tionghoa yaitu Soei Swie Ho atau yang dikenal dengan nama Ko Hoce.

Bangunan ini awalnya dibandung dengan sangat sederhana., namun saat ini memiliki tampilan yang lebih megah. Nama klenteng diambil dari pahlawan yang bernama Kwan Kong. Klenteng Kwang Kong ini sendiri dikelola oleh Yayasan Setia Jujur.

Hingga saat ini klenteng masih beroperasi. Dan sering diadakan acara, terutama saat Imlek atau Cap Go Me. Ketika berkunjung ke Kampung China Manado, Anda juga bisa mengeksplor kawasan di sekitar klenteng ini.

Lokasi Kampung China Manado

Lokasi dari Wisata Kampung China Manado ini sendiri cukup mudah untuk dijangkau karena berada di tengah kota. Anda bisa berkunjung ke Pasar 45. Sesampainya di Pasar 45, cobalah bertanya kepada warga sekitar dan Anda akan dengan mudah mengetahui lokasinya.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Wisata Kampung China Manado yang menarik untuk dikunjungi sebagai salah satu wisata sejarah dan budaya. Ketahui juga beberapa Tempat Wisata di Sulawesi Utara yang menarik untuk dikunjungi. Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk Anda.